Sewage Treatment Plant (STP)

Solusi Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Penanganan Krisis Lingkungan dan Pengolahan Air Limbah.

Issue Lingkungan

Urgensi Pengolahan Limbah Cair

Perkembangan pesat dalam peradaban manusia yang ditandai oleh tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan perubahan – perubahan yang mendasar dalam berbagai dimensi kehidupan. Dampak negatif yang hadir bersamaan dengan segala kemajuan tersebut senantiasa merupakan ancaman bagi kelangsungan proses kehidupan ke arah yang diinginkan oleh setiap manusia. Terjadinya krisis lingkungan ke arah yang lebih serius adalah merupakan issue yang semakin menuntut kita untuk secepatnya melakukan antisipasi dengan menggunakan kemajuan dari ilmu dan teknologi tersebut.

Salah satu hal yang dapat menimbulkan krisis lingkungan adalah pembuangan air limbah akibat aktivitas kehidupan manusia. Pertambahan manusia dan aktivitasnya sudah tentu akan menimbulkan pertambahan kuantitas air limbah yang secepatnya harus diolah karena mempunyai potensi untuk mencemari lingkungan. Percepatan pertambahan kuantitas air limbah baik domestik maupun industri dan komersial dalam bentuk beban kualitas yang semakin bervariasi adalah merupakan masalah yang secepatnya harus dicari solusinya. Air limbah domestik / air limbah yang dihasilkan dari rumah tangga seperti dari kamar mandi, WC, dapur dan lain – lain. Sudah tentu memiliki sifat yang tidak terlalu bervariasi dibandingkan dengan air limbah industri, ataupun air limbah dari buangan – buangan komersial.

Dalam air limbah domestik ini terdapat beberapa unsur ukuran ( parameter ) yang dapat menujukkan kondisi dari air buangan, tetapi pada umumnya hanya parameter dibawah ini yang di gunakan sebagai berikut :

Parameter Ukuran Air Limbah

Debit Limbah

Menyatakan jumlah air limbah yang dihasilkan dalam satu jangka waktu tertentu, sering kali dinyatakan dalam liter per detik atau meter kubik per hari atau lebih lazim lagi Gallon Per Day ( GPD ).

Dissolved Oxygen (DO)

Menyatakan jumlah oksigen yang terlarut dalam air limbah, makin besar harganya berarti makin baik kondisi air limbah.

Biochemical Oxygen Demand ( BOD )

Menyatakan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri atau mikroganisme untuk mengasimilasi zat organik yang terdapat dalam air buangan, makin banyak zat organik dalam air buangan, berarti oksigen yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga dapat di katakan bahwa BOD menunjukan jumlah zat organik dalam air limbah. BOD dinyatakan dalam satuan berat per satuan volu me dari air limbah, seperti miligram per liter ( mg/l ) atau part per million ( ppm )

Chemical Oxygen Demand (COD)

Menyatakan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri atau mikroganisme untuk mengasimilasi kandungan chemical yang terdapat dalam air buangan, makin banyak kandungan chemical dalam air buangan, berarti oksigen yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga dapat di katakan bahwa COD semakin tinggi dapat menyebabkan kekurangan oksigen diperairan atau resapan penerima dan berdampak negative pada ekosistem akuatik. COD dinyatakan dalam satuan berat per satuan volu me dari air limbah, seperti miligram per liter ( mg/l ) atau part per million ( ppm )

Suspended Solid ( SS )

Menyatakan jumlah zat padat yang tersuspensi ( tercampur ) dalam air limbah. Makin tinggi SS berarti limbah semakin banyak menggandung lumpur mentah dan semakin keruh. SS dinyatakan dalam satuan miligram per liter ( mg/l ).

Apabila air limbah memiliki inlet – inlet dari BOD, COD, DO dan SS yang sudah tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat memperbaiki nilai – nilai tadi agar memenuhi syarat. Untuk itulah dibangun sarana bangunan penggolahan air limbah ( BPAL ) yang akan mengubah kondisi air limbah agar memiliki sifat yang tidak membahayakan ataupun merugikan bagi lingkungan.

Dewasa ini terdapat banyak jenis dari unit – unit BPAL, tetapi secara garis besar dapat digolongkan berdasarkan sifat operasinya, yaitu secara fisis, kimia, biologi. Tidak jarang golongan ini tergabung dalam satu BPAL guna mencapai tujuan diatas. Dewasa ini penggolahan biologis memegang peranan penting, karena terbukti murah, mudah dan aman.

EXTENDED AERATION adalah merupakan salah satu sistim penggolahan air limbah secara biologis yang saat ini penggunaanya semakin tensif terutama di negara yang sedang berkembang.

Seperti yang kita ketahui bahwa air limbah domestik diantaranya banyak mengandung zat padat dan organik yang jika terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat membusuk, menimbulakan bau gas yang berbahaya. Prinsip kerja dari Extended Aeration dan semua penggolah air limbah secara biologis adalah memanfaatkan sifat bakteri dari jenis tertentu yang akan mengasimilasikan zat organik tersebut untuk memprtahankan hidupnya.

Dalam asimilasi ini, bakteri juga membutuhkan oksigen yang terdapat dalan udara bebas. Pada akhir proses ini akan dihasilkan air buangan dengan kadungan zat organik ( BOD ) yang jauh lebih indah dari zat padat ( Biosolid ) baru, selain itu juga bakteribaru.

Garis besar dari proses ini adalah :
Zat organik + O2 ---- Mikroorganisme --- Biosolid + CO2 + H2O
Dalam bentuk umumnya extended aeration menggukan blower / airator. Udara yang dihembuskan dari blower / aerator akan menyebabkan bakteri bersentuhan dengan udara, sehingga bakteri dapat berkembang dan mengasimilasi zat organik. Asimilisali dari zat organik akan menghasilkan biosolid ( zat padat ) biosolid itu kemudian akan diendapkan pada bak pengendap berikutnya ( Setting Tank ).

PROSES SEWAGE TREATMENT PLANT SISTEM EXTENDED AERATION

Air limbah dari gedung pertama kali melewati kisi penyaring kasar ( barscreen ), kemudian masuk ke dalam comminutor. Fungsi communitor adalah menghancurkan kotoran padat, misalnya kotoran manusia, menjadi partikel yang lebih kecil sehingga mudah diproses secara biologi dalam unit pengolahan yang utama. Apabila communitor dalam keadaan rusak sehingga tidak dapat berfungsi secara normal, air limbah dilewatkan ke barscreen yang lainnya dengan membuka gate.

Air limbah setelah melewati communitor masuk ke dalam bak ekualisasi ( equalizing tank ) untuk di tampung sementara. Dari bak ekualisasi, air limbah dipompa menuju bak aerasi ( aeration tank ) dengan pompa submersible. Cara kerja pompa ekualisasi dapat secara otomtis berdasarkan level air atau tmer maupun manual.

Setelah berada didalam bak aerasi, air limbah dicerna secara aerobik ( aerobic digestion process ) dengan hembusan udara dari generator. Proses aerasi ini berlangsung paling tidak selama delapan belas jam.

Dengan pasokan ( supply ) oksigen dari dalam udara yang cukup serta kondisi yang memungkinkan bakteri untuk tetap hidup, aktivitas bakteri mampu membebaskan polutan dan membentuk lumpur cair. Lumpur itu kemudian mengalir bersama – sama air ke dalam bak pengendap ( setting tank ). Lumpur ini masih mengandung bakteri yang masih mampu mencerna polutan sehingga disebut sebagai lumpur aktif ( aktivated sludge ). Di dalam bak aerasi ini juga, air limbah baku ( raw water sewage ) dicampur dengan lumpur aktif yang berasal dari bak pengendap ( setting tank ) melalui airlift system.

Di dalam bak pengendap ( setting tank ), berlangsung pengendapan secara gravitasi. Lumpur aktif dan padatan – padatan lainnya ditampung dalam bagian dasar bak yang berbentuk kerucut sehingga meniadakan penggunaan alat scraper. Secara berkala lumpur aktif itu dikembalikan ke bak aerasi dengan airlift system. Pengembalian lumpur aktif ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan mempertahankan kemampuan sistem untuk menurunkan derajat polutan. Demikianlah proses pengolahan secara aerobik akan terus berlangsung setiap harinya.

Untuk mengatur pengembalian sludge ke bak aerasi melalui airlift ini dapat dilakukan dengan mengatur bukaan valve, dan pengembalian lumpur aktif ini harus dilakukan secara kontinyu. Air yang telah diolah ( treated effluent ) dari bak pengendap kemudian dialirkan ke dalam bak klorinasi ( chlorination tank ).

Di dalam bak chlorinasi ini air limbah bersih tersebut dibubuhkan larutan klorin untuk proses dsinfeksi melalui alat pembubuh klorin ( chlorine feeder ). Hasilnya dikumpulkan di dalam bak pembuangan untuk selanjutnya dipompa dengan pompa pembuangan ( effluent pump ) ke badan penerima air, misalnya saluran umum, effluent pump bekerja secara otomatis terhadap ketinggian air di effluent tank.

Untuk mengurangi / meniadakan busa ayang timbul sebagai akibat proses mixing dari aerator maka disediakan fasilitas penyemprot busa dengan memprgunakan defoaming pump dan spray nozile.

Produk Unggulan

PT NUSANTARA CHEMICAL mempunyai prodak prodak chemical unggulan yang bisa mengatasi berbagai masalah yang terjadi di pengoperasian STP. Adapun prodak chemical unggulan tersebut adalah:

HIKEM 51 HIKEM 52 HIKEM 53 HIKEM 54 HIKEM 55 HIKEM 56 BIOPOWER 01 BIOPOWER 02
Prodak prodak ini bisa menurunkan kandungan BOD dan COD pada saat pengolahan limbah cair di STP sehingga limbah yang di olah menjadi layak buang dan tidak mencemarin lingkungan. Disamping itu pemakaian prodak2 ini mempermudah operator dalam perbaiakan pengoperasian STP jika terjadi kerusakan pada plant sehingga efisiensi pengoperasian bisa tercapai dengan cepat baik waktu dan biaya.

Butuh Optimasi Performa STP?

Cegah pencemaran lingkungan dengan dukungan teknis profesional dan chemical berkualitas dari PT. NCI.