Cooling Water Treatment

Cooling tower merupakan bagian penting dalam sistem pendinginan industri, di mana air berfungsi sebagai media penukar panas. Air dingin digunakan untuk menyerap panas dari suatu proses, kemudian panas tersebut dilepaskan kembali saat air bersentuhan dengan udara, sehingga suhu air turun dan dapat digunakan kembali.

Fungsi Utama Cooling Tower

Fungsi utama cooling tower adalah membuang panas dengan cara mengontakkan air dan udara secara terus-menerus. Sebagian besar panas dilepaskan melalui proses penguapan, sehingga temperatur air menurun dan sistem dapat bekerja secara berkesinambungan. Dalam proses penyerapan dan pelepasan panas ini, terdapat dua mekanisme utama yang menjadi dasar kerja cooling tower:

  • Perubahan temperatur, di mana setiap 1 lb air yang mengalami perubahan suhu sebesar 1°F akan menyerap atau membebaskan energi panas sebesar 1 Btu (1 Btu = 1,055 kJ).
  • Penguapan, di mana setiap 1 lb air yang menguap akan membebaskan panas laten sekitar 1000 Btu.
  • Secara umum, kemampuan cooling tower dalam menurunkan suhu air tidak lebih dari ±10°C. Kemampuan melepas panas ini dikenal sebagai Tower Efficiency, yang dipengaruhi oleh laju aliran air, laju aliran udara, serta distribusi air dan udara di dalam sistem.
Kelebihan Sistem

Cooling tower menawarkan beberapa kelebihan dalam sistem pendinginan industri, antara lain kebutuhan air make-up yang relatif kecil, jumlah pembuangan air yang terkontrol, serta sistem yang relatif mudah dikendalikan. Namun, di balik kelebihan tersebut, cooling tower juga menuntut pengelolaan kualitas air yang tepat agar performa sistem tetap optimal.

Bagian-Bagian Utama Cooling Tower

Kipas (Fan) untuk mengontakkan air dengan udara,
Filler (Fill Pack) untuk memperbesar luas permukaan air yang didinginkan,
Sprinkler / Nozzle untuk mendistribusikan air ke filler,
Pipa Blowdown (Bleed Off) untuk membuang kotoran dan air pekat dari sistem,
Ram Penutup / Side Louver untuk mencegah masuknya kotoran dari luar.

Jenis Aliran Cooling System

Once Through Cooling System

Sistem pendingin di mana air dingin digunakan untuk mendinginkan proses, kemudian air hangat langsung dibuang.

Kelebihan:
1. Temperatur hasil pendinginan relatif rendah
2. Biaya operasional terlihat rendah
3. Tidak terjadi pemekatan konsentrasi air

Kekurangan:
1. Penggunaan air sangat besar
2. Kebutuhan chemical tinggi
3. Menimbulkan polusi panas pada lingkungan perairan

Closed Cooling System

Sistem pendingin di mana air bersirkulasi melalui proses dan didinginkan menggunakan heat exchanger sebelum digunakan kembali.

Kelebihan:
1. Kebutuhan air relatif kecil
2. Kontrol temperatur lebih stabil
3. Tidak terjadi penguapan
4. Perawatan relatif mudah

Kekurangan:
1. Beban penyerapan panas terbatas
2. Biaya investasi dan operasional lebih tinggi

Open Recirculating System

Sistem pendingin di mana air hangat dari proses didinginkan melalui cooling tower dan digunakan kembali secara berulang.

Kelebihan:
1. Penggunaan air lebih efisien
2. Biaya operasional relatif terjangkau
3. Beban penyerapan panas besar

Kekurangan:
1. Perawatan lebih kompleks
2. Terjadi pemekatan air akibat penguapan

Istilah-Istilah Penting dalam Cooling Tower

Raw Waterair sumber untuk sistem cooling
Make-up Waterair penambah untuk mengganti kehilangan air
Evaporasiair yang menguap untuk membebaskan panas
Windageair yang terpercik keluar setelah jatuh dari filler
Blowdown / Bleed Offair yang dibuang untuk mengontrol pemekatan
Recirculation Ratelaju sirkulasi air dalam sistem

Tujuan Cooling Tower Water Treatment

Pengolahan air pada cooling tower bertujuan untuk:

1. Mengendalikan pembentukan kerak (scale)

Kerak terbentuk akibat pH yang tinggi (di atas 9), kandungan kalsium dan magnesium yang berlebih, nilai TDS atau konduktivitas yang tinggi, kesadahan tetap dengan kandungan silika, temperatur sistem, serta kecepatan aliran.

Akibat terbentuknya kerak antara lain menurunnya perpindahan panas pada condenser, heat exchanger, dan cooling tower, serta turunnya efisiensi peralatan secara keseluruhan. Jenis kerak yang umum dijumpai meliputi kalsium karbonat (CaCO₃), kalsium silikat (CaSiO₃), magnesium silikat (MgSiO₃), dan oksida besi (Fe₃O₄).

2. Mencegah terjadinya korosi

Korosi terjadi akibat pH yang terlalu rendah (di bawah 8), kandungan oksigen terlarut, serta adanya besi dalam air. Kondisi ini sering tidak langsung terlihat, namun dalam jangka panjang dapat menyebabkan kebocoran pipa, penipisan material, hingga kegagalan sistem.

3. Mengontrol pertumbuhan mikroorganisme

Mikroorganisme tumbuh akibat adanya nutrisi seperti hidrokarbon dan fosfat, temperatur yang sesuai (4–70°C), serta kondisi lingkungan yang mendukung seperti cahaya matahari dan kelembaban.

Pertumbuhan mikroorganisme dapat menghambat proses pendinginan, menurunkan laju aliran, mempercepat kerusakan filler, dan menyebabkan fouling sehingga cooling tower tampak kotor dan tidak efisien.

Ketiga tujuan ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem cooling tower yang sehat.

Konversi Kapasitas Pendingin

1 HP = 1 PK
1 PK = 9000 Btu = 0,75 TR

Estimasi Kebutuhan:

Gedung / Rumah: ±18 m² per PK
Mall / Rumah Sakit: ±9 m² per PK (dipengaruhi jumlah pengunjung)

Solusi Chemical Cooling Tower

PT Nusantara Chemical Indonesia menyediakan rangkaian chemical khusus cooling tower yang dirancang untuk mengatasi permasalahan nyata di lapangan, baik kerak, korosi, maupun pertumbuhan mikroorganisme.

Produk unggulan kami:

HIKEM 21
HIKEM 22
HIKEM 23
HIKEM 31
HIKEM 32
HIKEM 33

Chemical ini diformulasikan untuk menjaga stabilitas sistem, meningkatkan efisiensi perpindahan panas, serta membantu memperpanjang umur peralatan cooling tower.

Butuh Konsultasi Efisiensi?

Optimalkan operasional dan lindungi aset Anda dengan treatment kimia yang tepat.